sore hari ketika langit gelap dan mulai hujan, terbesit sebuah kata yang sebenarnya mendominasi kehidupan. entah kenapa ia ingin menampakan diri lewat maha karya seorang amatiran seperti aku ini. cukuplah untuk berimajinasi. mengingatnya begitu terkuras saat ini. aku pikir cukup menghibur. ia akan baik-baik saja, tetap terjaga oleh yang perkasa. melindunginya jangan sampai terkoyak atau hanya tinggal separuh saja. lebih dari sekedar jiwa tapi ia kehidupan, menjadikan diri kita yang sebenarnya.
Postingan populer dari blog ini
Berhenti Sejenak
Berhenti sejenak . . Teman, kalau semuanya terasa sulit tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak dan lihat kebelakang. Seberapa jauh yang sudah kita capai? dan percayalah bahwa semua itu adalah perubahan yang berharga. . . Jangan salahkan diri kita terus. Merenungkan dan introspeksi diri perlu untuk memperbaiki apa yang belum baik. Namun tidak ada yang salah dari apapun. Tidak ada yang salah dari dirimu, dari keadaanmu, dari kesalahanmu, dari orang tuamu, dari teman-temanmu. . . Kalau sulit membendungnya, luapkanlah kekesalanmu, keresahanmu, kekecewaanmu. Tidak apa-apa sebentar saja. Kita selalu punya tempat untuk mengadu, orang yang menyayangimu dan mendukungmu serta Allah yang Maha Mendengar semua keluh kesah dan doa-doamu. . . Lalu istirahat dahulu, tenang, maafkan semuanya, nikmati kondisi kita saat ini. Ingatlah, kita sudah hebat bisa berjalan sejauh ini, merasakan pahit manisnya hidup yang penuh kejutan ini. Jangan lupakan bahwa semua yang kau lakukan dan kau capa...
GALAU
Kata galau sepertinya tidak akan pegi dari hidup ini. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur tidak serta merta mengusir 'galau' dari kehidupan. Ia selalu ada dan terus datang. Waktu umur 6 tahun kita galau tentang bagaimana bisa mendapat ranking satu atau punya banyak teman. Saat usia 12 tahun mulai cinta monyet dan galau karena ujian sekolah. Usia 14 galau menentukan mimpi-mimpi. Usia 18 galau soal percintaan, saking banyaknya kegiatan sekolah, jurusan kuliah atau lanjut kerja saja. Usia 20 galau tentang tugas akhir, cinta, persahabatan, ujian, meniti karir. Usia 23 galau susah dapat pekerjaan. Usia 25 galau kapan nikah. Wah panjang... dan banyak lagi galau-galau yang dirasakan. Jelas mengganggu sekali. Rasanya bak ketiban beban berat yang untuk diangkat saja tak sanggup. Enggan melakukan apapun, berdiam diri atau menangis saja. Tidak bergairah, bingung berkepanjangan. Mengantuk tapi tidak bisa tidur, jika tertidur hati tak tenang. Ada bahkan sering sek...
Komentar
Posting Komentar