sore hari ketika langit gelap dan mulai hujan, terbesit sebuah kata yang sebenarnya mendominasi kehidupan. entah kenapa ia ingin menampakan diri lewat maha karya seorang amatiran seperti aku ini. cukuplah untuk berimajinasi. mengingatnya begitu terkuras saat ini. aku pikir cukup menghibur. ia akan baik-baik saja, tetap terjaga oleh yang perkasa. melindunginya jangan sampai terkoyak atau hanya tinggal separuh saja. lebih dari sekedar jiwa tapi ia kehidupan, menjadikan diri kita yang sebenarnya.
Tinta yang Ditorehkan
Hidup akan dibawa kemana? Walaupun sebenarnya tintanya sudah ditorehkan dalam kitab yang hanya diketahui Tuhan tetapi manusia tidak ada yang mengetahui isinya. Kita terombang-ambing dalam kehampaan dan keresahan akan hidupdan bertanya-tanya untuk apa kita hidup? Tidak ada maknanya. Padahal Allah sudah beri petunjuk lewat ayat-ayat cintaNya, padahal Rasulullah sudah tunjukkan akhlak terbaiknya untuk kita jalani ajarannya. Mungkin kita kehilangan tujuan atau tidak tahu akan tujuan itu sendiri. Tujuan adalah hal terpenting dalam hidup. Tujuan mulia yang akan membawa kita pada Surga. Tujuan besar agar kita mati dengan indahnya. Salah satu cara mencapainya adalah dengan berbagi lewat tinta yang ditorehkan. Karya cinta menjadi amal jariyah berisi ilmu bermanfaat. Dilandasi dengan niat yang lurus hanya untuk Allah, niat yang mantap untuk berbuat baik menebebar kebermanfaatan, berkarya untuk Allah yang terbaik untuk Allah. Semua itu dilakukan dengan proses yang panjang tidak seperti mie in...

yakin nih tulisan? haha
BalasHapustulisan dul hehe tapi kalo diedit gini emang jadi beda sih --v
BalasHapus