sore hari ketika langit gelap dan mulai hujan, terbesit sebuah kata yang sebenarnya mendominasi kehidupan. entah kenapa ia ingin menampakan diri lewat maha karya seorang amatiran seperti aku ini. cukuplah untuk berimajinasi. mengingatnya begitu terkuras saat ini. aku pikir cukup menghibur. ia akan baik-baik saja, tetap terjaga oleh yang perkasa. melindunginya jangan sampai terkoyak atau hanya tinggal separuh saja. lebih dari sekedar jiwa tapi ia kehidupan, menjadikan diri kita yang sebenarnya.
GALAU
Kata galau sepertinya tidak akan pegi dari hidup ini. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur tidak serta merta mengusir 'galau' dari kehidupan. Ia selalu ada dan terus datang. Waktu umur 6 tahun kita galau tentang bagaimana bisa mendapat ranking satu atau punya banyak teman. Saat usia 12 tahun mulai cinta monyet dan galau karena ujian sekolah. Usia 14 galau menentukan mimpi-mimpi. Usia 18 galau soal percintaan, saking banyaknya kegiatan sekolah, jurusan kuliah atau lanjut kerja saja. Usia 20 galau tentang tugas akhir, cinta, persahabatan, ujian, meniti karir. Usia 23 galau susah dapat pekerjaan. Usia 25 galau kapan nikah. Wah panjang... dan banyak lagi galau-galau yang dirasakan. Jelas mengganggu sekali. Rasanya bak ketiban beban berat yang untuk diangkat saja tak sanggup. Enggan melakukan apapun, berdiam diri atau menangis saja. Tidak bergairah, bingung berkepanjangan. Mengantuk tapi tidak bisa tidur, jika tertidur hati tak tenang. Ada bahkan sering sek...

yakin nih tulisan? haha
BalasHapustulisan dul hehe tapi kalo diedit gini emang jadi beda sih --v
BalasHapus