sebenarnya

ini terjadi lagi. kedua kalinya. sudah ku bilang ia rapuh. apakah akhirnya tersakiti? oleh sesuatu yang menuntut ketulusan. sulit memang. membiarkan ku tertatih mengikuti mu. awalnya aku mampu, tapi mengapa malah terhemps oleh hempasanmu sendiri? aku pikir mungkin ia akhirnya tersakiti juga~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Sudut Kegelapan

Tak Ada

apasajalah